A. TAMARIO
Tamarijo berasal dari
3 (tiga) kata yaitu Tam, Ari,
dan Jo yang memiliki arti yaitu “Tam” artinya Matahari, “Ari”
artinya awan dan “Jo” artinya orang/manusia, maka Tamarijo berarti
manusia matahari. Setiap orang/manusia dari Suku Tamario harus mengerti dan
memahami makna dari Nama suku. Seseorang yang memahami arti Tamario ialah orang
yang memiliki perilaku, perkatan dan tindak-tanduk dalam kehidupan sebagi suku
Tamario. Tamario merupakan suku yang memiliki Prinsip hidup yang kuat dan
membawa terang serta menjadi contoh bagi sesamanya yang lain.
Suku Tamarijo meyakini
bahwa Yahwe atau Tuhan Yang Maha Esa ialah Matahari. Matahari sebagai lambang terang
dan menyinari setelah malam. Dari terbitnya matahari sampai pada tengelamnya
manusia Tamarijo dapat melakukan aktifitasnya secara baik. Filosofis yang lebih mendalam bahwa pada saat
siang hari manusia tidak dapat melakukan perbuatan-perbuatan gelap (jahat).
Manusia Tamrijo ialah manusia di berkati dan membawa terang bagi dirinya,
keluarga serta satu dengan yang lainya dalam rumpun suku Tamarijo serta mampu
membawa terang "YAHWE" diseluruh dunia. Jika seseorang dari suku Tamario yang
tidak menunjukan sikap sebagai seorang suku Tamario, ia menyatakan diri bukan
sebagai orang Tamario. Orang Tamario memiliki Prinsip bekerja keras, pantang
meminta namun harus memberi, berani, tangungjawab dan mandiri (memiliki gough (Rumah sendiri),
Amu ( Perahu), Busur Panah serta kebun (dusun sagu) tempat mencari makan. Orang Tamarijo
tidak menjual tanah, namun mengelolah tanah Warisan leluhur, jika seorang telah
menjual tanah ia menyatakan diri keluar dari suku tamario dan siap menjadi
penonton bahkan menjadi pengemis. Dalam suku tamario jika menjual tanah hari
ini, pada saat itu juga tanah tersebut telah menjadi milik orang lain sampai
dunia kiamat. Sesorang tamarijo yang menjual tanah leluhur akan mendapat kutuk
dari leluhur hingga 7 turunan.
1.
Qariyaqanim (pemimpin/manusia
sejati Tamarijo)
Qhariyaqanim ialah manusia sejati suku Tamarijo. Manusia sejati dalam suku Tamario ada 2 yaitu Qhariyaqanim (laki-laki) dan Qhariyaqanuh (perempuan). Kriteria Qhariyaqanim atau Qharyaqanuh pada saat zaman moyang/leluhur dan zaman modern saat ini yaitu antara lain :
a. Qharyaqanim zaman dahulu (para moyang/leluhur)
1. Memiliki kemampuan dalam memimpin memiliki kecerdasan yang tinggi.
2. Mampu membuat rencana dan stretegi (perang dan tanggungjawab kebutuhan hidup sehari-hari)
3. Memiliki kemampuan mengarahkan dan menentukan sebuah pola dalam menjaga wilayah dan melakukan perang dengan hasil kemenangan. Perang yang dilakukan mengunakan teknik (strategi) adat dan seni khas yang tinggi. Perang suku tamarijo yaitu mengaya (memenggal kepala manusia); memengal kepala manusia yang dianggap musuh dan menganggu serta masuk diwilayah Tamarijo.
4. Sebutan Qhariyaqanim merupakan sosok yang dihormati, dihargai serta disegani karena memiliki kemampuan memimpin, berwibawa, menjadi teladan, melindungi dan mengayomi serta mampu dalam menjaga wilayah, memperluas wilayah serta memiliki kekuatan dalam mempengaruhi kelompok sehingga dalam melakukan aktifitas perang selalu menghasilkan sebuah kemenangan.
a. Qhariyaqanim modern (saat ini)
1. Qhariyaqanim modern hanya dapat disandang atau diberikan kepada sesorang yang layak dan pantas. Orang yang layak dan pantas disebut Qaryaqanim ialah Seorang Tamario yang telah menyelesaian pendidikan diperguruan tinggi dan memperoleh gelar Sarjana atau S1, Magister (S2) dan Doktor (S3), biarawan/ti (Pastor/Suster) dalam suku Tamarijo. Qharyaqanim ini telah memiliki 3 aturan adat yang wajib dipenuhi sebagi manusia sejati (Qariyaqaim) yaitu Gough (rumah tinggal), Amu (perahu/kendaran) dan busur/anak panah (keahlian pekerjaan) dan perkebunan/ ternak.
2. Qhariyaqanim modern diperoleh saat ini karena seorang Tamario mampu berperang melawan hawa nafsu dalam diri sendiri, menempa diri, berkorban, menahan segala godaan dan menghasilkan pribadi yang berkuwalitas dan bertanggung jawab, memiliki jiwa pemimpin, menjadi teladan bagi banyak orang serta memiliki cinta kasih yang besar kepada sesama manusia serta mampu membawa perubahan pada kemajuan pada suku Tamario sesuai dengan tuntuan zaman serta mampu bersaing baik lokal (kabupaten), nasional maupun international.



0 Komentar