Qariyaqanim (pemimpin/manusia sejati Tamarijo)

Qhariyaqanim ialah manusia sejati suku Tamario. Manusia sejati dalam suku Tamario ada 2 yaitu Qhariyaqanim (laki-laki) dan Qhariyaqanuh (perempuan).  Kriteria Qhariyaqanim atau Qharyaqanuh pada saat zaman moyang/leluhur dan zaman modern saat ini  yaitu  antara lain :

a.   Qharyaqanim zaman dahulu (para moyang/leluhur)

1.   Memiliki kemampuan dalam  memimpin memiliki kecerdasan yang tinggi.

2.   Mampu membuat rencana dan stretegi (perang dan tanggungjawab kebutuhan hidup sehari-hari)

3.   Memiliki kemampuan mengarahkan dan menentukan sebuah pola dalam menjaga wilayah dan melakukan perang dengan hasil kemenangan. Perang yang dilakukan mengunakan teknik (strategi) adat dan seni khas  yang tinggi. Perang suku Tamario yaitu mengayau (memenggal kepala manusia); memengal kepala manusia yang dianggap musuh dan menganggu serta masuk diwilayah Tamario.

4.   Sebutan Qhariyaqanim merupakan sosok yang dihormati, dihargai serta disegani karena memiliki kemampuan memimpin, berwibawa, menjadi teladan, melindungi dan mengayomi serta mampu dalam menjaga wilayah, memperluas wilayah serta memiliki kekuatan dalam mempengaruhi kelompok sehingga dalam melakukan aktifitas perang selalu menghasilkan sebuah kemenangan.

 

a.   Qariyaqanim modern (saat ini)

1.   Qhariyaqanim modern hanya dapat disandang atau diberikan kepada sesorang yang layak dan pantas. Orang yang layak dan pantas disebut Qharyaqanim ialah Seorang Tamario yang telah menyelesaian pendidikan diperguruan tinggi dan memperoleh gelar Sarjana atau S1, Magister (S2) dan Doktor (S3), biarawan/ti (Pastor/Suster) dalam suku tamarijo. Qharyaqanim ini wajib dan  telah memiliki 3 aturan wajib dalam  adat Tamario yang harus  dipenuhi sebagi manusia sejati (Qhariyaqaim) yaitu Gough (rumah tinggal), Amu (perahu/kendaran) dan  busur/anak panah (keahlian pekerjaan) dan  perkebunan/ ternak.

2.   Qhariyaqanim modern diperoleh saat ini karena seorang Tamario mampu berperang melawan hawa nafsu dalam diri sendiri, menempa diri, berkorban, menahan segala godaan dan menghasilkan pribadi yang berkwalitas dan bertanggung jawab, memiliki jiwa pemimpin, menjadi teladan bagi banyak orang serta memiliki cinta kasih yang besar kepada sesama manusia serta mampu membawa perubahan pada kemajuan pada suku Tamario sesuai dengan tuntuan zaman serta mampu bersaing baik lokal (kabupaten), nasional maupun international.